Waktunya untuk rainkarnasi

Standard

Manusia adalah mahluk tuhan yang mempunyai perasaan,semangat,umur,dan yang pasti kehidupan.Manusia hidup di dunia berhadapan dengan berbagai permasalahan yang bisa mempengaruhi mood dan perasaan manusia tersebut.Manusia memiliki begitu banyak perbedaan suku,agama,ras,dan banyak lagi perbedaan di dalam kehidupan manusia,tetapi dengan perbedaan itu manusia dapat memeberi warna di kehidupannya.
Saya (penulis) ingin sedikit bercerita tentang cerita hidup saya,saya harap bisa memotivasi pembaca.harapannya sih…Saya adalah seorang atlet bulutangkis di jakarta dan saya merintis karir saya sejak saya duduk di kelas 4 SD di Bandung.Begitu banyak kompetisi dan pertandingan yang saya ikuti dan tak sedikit pula kemenangan dan kekalahan yang saya rasakan pada saat itu dan tak terasa,saya menduduki ranking 147 seindonesia.
Pada saat itu saya merasa sangat kurang di banding teman-teman saya yang menduduki di pringkat 50 besar dan saya pun merasa tertantang untuk berlatih lebih keras lagi.Dan pada saat itu saya bertekad untuk menambah jam latihan saya tanpa bimbingan pelatih.
Pada saat saya menjalani proses latihan yang berat dan begitu bersemangatnya saya,saya mengalami kejadian yang buruk dan yang jelas saya sangat tidak inginkan itu terjadi,kaki saya terkilir dan mengalami cedera yang cukup serius dan pada saat itu,saya hanya mengabaikannya.
Seiring berjalannya waktu,cedera itu terus kambuh dan sangat mempengaruhi permainan saya di lapangan,bayangkan dalam waktu 3 bulan kejadian itu terulang sampai 6 kali hingga pada saat saya bertanding di 2 kejurnas,saya selalu kalah di tahap ke 2 dan alhasil GALAU.Singkat cerita tes kesehatan,stamina fisik dan permainan pun tiba,dan hasilnya di umumkan bahwa saya di fonis mengalami kerusakan pada pergelangan kaki saya dan saya di keluarkan dari platprov.
Nah,begitulah cerita singkat pengalaman saya,dan anda pasti bisa membayangkan bagaimana hancurnya saya setelah itu,tanpa kegiatan,tanpa olahraga,tanpa tujuan.Beberapa bulan kemudian,saya berfikir bahwa saya tidak bisa terus menerus seperti ini.
saya harus berubah dan terlintas di fikiran saya,saya harus banting setir menjadi orang yang lebih berarti,dan saya share masalah saya kepada teman saya ternyata teman saya memberi solusi yang dapat saya terima yaitu “coba kamu belajar bahasa inggris dulu” kata itu yang pertama memaksa saya untuk belajar dan berhijrah ke provinsi jawa timur,karena banyak orang bilang bahwa di jawa timur ada sebuah pedesaan yang di khususkan untuk belajar bahasa inggris.
Tiba saya di pare kediri,orang bilang sih kampung inggris,dan saya di jemput oleh teman saya tepat pukul 5 subuh dan di bawa ke suatu rumah kelompok belajar yang sangat sederhana,atau orang kampung inggris menyebutnya dengan CAMP walaupun ada juga camp lain yang mungkin fasilitasnya lebih baik dari yang saya singgahi saat ini.
ALFALFA adalah satu kata yang pertama saya dengar pada pagi harinya,dan saya perhatikan orang-orang di sekitar saya sangat bersemangat belajar berbahasa inggris,bahkan orang-orang di sekitar saya mengajak saya untuk belajar bersama dan itu saya tidak pernah dapatkan orang-orang yang seperti itu sebelumnya.
Suatu hari setelah 1 bulan berlalu saya berada di ALFALFA semangat belajar saya menurun karena saya mempunyai satu masalah tentang semangat belajar,dan saya sharing kepada pembina ALFALFA,saya bertanya “mom..,kenapa saya selalu mudah lupa dalam idiom atau vocab?”,dan pembina malah bertanya balik kepada saya “apa kamu punya masalah dengan masa lalu mu?”.
nah dari situ saya kaget betul apa yang pembina tanyakan kepada saya,bahwa saya mempunyai masalah dengan masa lalu saya,dan saya di mendapatkan jawaban dari pembina saya,bahwa saya belum ikhlas,karena semua semua itu butuh keikhlasan.
Kampung inggris adalah kampung yang tidak begitu besar tapi banyak orang datang dari sabang sampai timur leste singgah ke pare untuk belajar berbahasa inggris,tetapi menurut saya tidak hanya belajar bahasa inggris yang saya dapatkan di sini,kehidupan baru,semangat baru,teman baru,banyak hal yang saya dapatkan di kampung inggris.
Sekarang saya merasa menjadi orang yang baru,lebih dapat menahan emosi,serasa hidup lebih berarti dan pastinya rasa dedikasi untuk masa depan lebih besar.Dapat ku katakan SAYA BEBAS.ini ceritaku,bagaimana dengan kamu?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s